Senin, 30 Januari 2012

PUTRI


PUTRI
Ini kah akhir dari mimpi itu? Aku harus kembali ke kehidupan nyata, bahwa aku harus kembali sendiri. Tak ada penyemangat spesial untuk urusan hati. Mimpi yang begitu singkat, tak sempat untuk kurasakan dengan tenang. Begitu saja dengan mudah terlupakan, aku tak mengira secepat ini, padahal baru saja aku membangun agar tetap kokoh. Ucap dalam hati putri setelah terbangun dari mimpinya. Putri yang masih berada di atas tempat tidurnya dengan tak percaya kenyataan yang akan dihadapinya sekarang. Akhirnya putri harus terbangun dari tempat tidurnya, untuk segera mandi dan pergi kuliah seperti biasanya. Namun, tak ada yang berubah, tak ada pembengkakan pada kantung mata putri, yang biasanya dia menangis, kini tak ada air mata setelah perpisahan itu.
Sesampainya di kampus dia tetap memberikan senyuman kepada semua teman-temannya, hari ini tak ada mata kuliah untuk kelas Reno, putri cukup lega,karna ia tak akan bertemu reno. Selama 2 minggu penuh putri tak akan bertemu reno, karena reno sedang melalukan penelitian untuk mempersiapkan skripsinya.  Sehabis kuliah putri hanya menghabiskan waktu bersama sahabatnya Hana namanya, dia sahabat yang selalu setia menemani putri. Hari ini putri habiskan untuk berkaraoke. Dia menyanyikan semua lagu-lagu yang menggambarkan perasaannya saat itu. Maklum, saat itu putri sedang merasakan kegalauan yang cukup menguras hati untuk bisa terus merasakan apa yang sebenarnya ia rasakan. Semua lagu yang dia nyanyikan tak ada ada satupun yang membuat dia menangis. Hana hanya tersenyum kebingungan, entah apa putri rasakan. Putri sedang sedih. Tapi tak setetespun air mata yang keluar. Padahal ia baru saja mengakhiri hubungannya dengan orang yang ia cintai saat itu. Karna hari hampir malam putri pun pulang sendiri.
Dikamarnya putri hanya bisa terdiam, membayangkan kenangan yang baru saja ia lalui belum lama ini. Percaya tak percaya putri merasakan kehilangan orang yang baru saja merubah hidupnya jadi penuh berwarna. Tapi kini malah tak jelas. Karna merasa belum jelas akhirnya putri mencoba penjeasan reno, namun hasilnya nol. Tak ada jawaban yang memuaskan , sehingga putri tetap merasa butuh penjelasan yang sebenarnya. Ia terlihat bodoh mungkin di depan reno, seolah-olah mengemis untuk kembali. Padahal yang dibutuhkan hanya penjelasan, sehingga dia tidak akan mengaharapkannya. Terdengar bunyi telpon, putri langsung mengangkatnya.setengah jam ia menerima telpon itu. Dan yg dia dapat dari suara orng yang menelponnya itu adalah, tetang reno. Reno sedang galau, dia bingung. Dia masih teringat dengan wanita yang pertama kali membuat dia jatuh cinta. Tapi tak sedikitpun mengingat tentang putri. Ini menjadi pukulan yang amat besar buat putri. Ia jadi semakin berfikir bahwa putri hanyalah dijadikan sebagai pelarian cintanya semata. Lagi, tak ada air mata yang keluar, namun putri hanya merasakan nyesek di dadanya sehingga sulit untuk bisa bernafas.
Satu minggu berlalu, teman-teman putri mulai mencium ada sesuatu yang aneh dengan hubungan putri dan reno. Tanpa menanyakan mereka sudah tau sendri bahwa hubungan putri dan reno sudah berakhir. Putri cuek saja, tapi hati nya merasakan sakit. Karena tak sedikit orang yang bilang bahwa dirinya hanya sebagai pelarian cintanya. Putri hanya bisa memberikan senyuman untuk teman-temannya itu.
Dari hatinya yang paling dalam putri memang masih menyimpan rasa sayang dan cintanya untuk reno. Tapi entah lah dengan reno, apakah reno masih nenyimpan rasa cintanya untuk putri. Setelah 1 bulan berlalu, reno kembali ke kampus. Tak ada kesempatan yang membuat putri dan reno untuk bertemu, jarak ruang kelas mereka yang cukup jauh, sehingga tak ada kesempatan untuk bisa bertemu, reno pun tak kunjung jua untuk niat menemui putri. Semakin lama semakin jauh hubungan mereka. Setelah kejadian itu mereka benar-benar sama sekali tak kontak, baik telpon, sms atau pun dunia mayanya. Benar-benar lost contact. Tapi putri juga tak ingin menyapanya duluan. Karna melihatnya yang cuek seoalh memang sudah tak memperdulikannya lagi.
Liburan pun dimulai , putri pulang ke kota dimana ia dulu sejak kecil hingga besar ia tinggali, yaitu di kota bandung. Putri melakukan refresing setelah kejadian yang membuat ia terbangun dari mimpinya. Selama di sana ia habiskan waktu untuk jalan-jalan bersama orang tuanya. Karna putri saat ini hanya tinggal bersama om dan tantenya. Putri mendapat tawaran untuk pindah kuliah, tanpa pikir panjang ia pun setuju untuk pindah kuliah,dan kembali ke kota bandung. Dengan harapan putri dapat melupakan semua kejadian yang membuatnya terluka. Putri kembali ke jakarta untuk mengurusi kepindahannya itu, putri semapt berat meninggalkan teman-teman terutama sahabatnya hana. Tapi ternyata hana juga harus pindah kuliah oleh omnya. Ia akan pindah ke malaysia dan tinggal bersama om dan tantenya. Hari itu terjadi perpisahan antara 2 sahabat yaitu putri dan hana. Putri berusaha melupakan reno. Saat putri akan pergi kembali ke bandung di terminal ia bertemu dengan dosen lamanya yang sudah lama tak mengajar di kampusnya. Ia menanyakan mengenai hubunagn nya dengan reno. Setelah putri menjelaskannya keluar mulutnya berkata “ sunguh itu bukan alasan yang dewasa, amat angkuh dia, saya jadi tidak suka dengannya,saya kecewa”. Begitu yang terlontar dari perkataan dosen itu. Putri juga terkejut, bahkan ia tak berfikiran untuk mempengaruhi agar ia menjadi tak suka. Hanya ia berpesan, ia berikan pesan sebelum putri pergi, bahwa putri pasti akan mendapatkan yang lebih baik dari dia, biarkan dia dengan kesombongan yang dia punya. Setelah percakapan itu putri harus berpisah karna bis yang akan ia tumpangi sudah datang. Dosen itu pun pergi karna sudah ada yang menjemputnya.

Di dalam bis, putri berfikir dan mengingat semua pesan-pesan yang ia terima sebelum kepergiannya, jangan pernah menangisi orang yang telah melukaimu, tangisilah orang yang benar-benar kamu sayang,jangan pernah membalas dendam kepada orang lain yang tidak tau apa-apa,hanya karna ia pernah disakiti.tetaplah tersenyum, jangan pernah tunjukan kita lemat didepan orang yang telah menyakiti kita.
Itulah beberapa pesan yang ia dapat dari orang-orang yang telah tau apa yang sedang dirasakan putri.

2 tahun berlalu, putri pun menyeleaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar sarjananya, putri mendapai kebahagian yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan selama ia tinggal dijakarta. Ia lebih bahagia bersama orang tuanya dan seseorang yang setia dan tulus selalu berada di sampingnya.
Setelah kejadian itu, putri benar-benar sudah tak tahu kabar dari Reno,apa yang terjadi dengannya, putri hanya mendapat kabar bahwa sahabatnya, hana sudah menikah dengan pria yang tulus mencintainya. Dan rencana nya akan segera kembali ke Indonesia,  dan Putri pun akan bertemu dengannya.
The end