PUTRI
Ini kah akhir dari mimpi itu? Aku
harus kembali ke kehidupan nyata, bahwa aku harus kembali sendiri. Tak ada
penyemangat spesial untuk urusan hati. Mimpi yang begitu singkat, tak sempat
untuk kurasakan dengan tenang. Begitu saja dengan mudah terlupakan, aku tak
mengira secepat ini, padahal baru saja aku membangun agar tetap kokoh. Ucap
dalam hati putri setelah terbangun dari mimpinya. Putri yang masih berada di
atas tempat tidurnya dengan tak percaya kenyataan yang akan dihadapinya
sekarang. Akhirnya putri harus terbangun dari tempat tidurnya, untuk segera
mandi dan pergi kuliah seperti biasanya. Namun, tak ada yang berubah, tak ada
pembengkakan pada kantung mata putri, yang biasanya dia menangis, kini tak ada
air mata setelah perpisahan itu.
Sesampainya di kampus dia tetap
memberikan senyuman kepada semua teman-temannya, hari ini tak ada mata kuliah
untuk kelas Reno, putri cukup lega,karna ia tak akan bertemu reno. Selama 2
minggu penuh putri tak akan bertemu reno, karena reno sedang melalukan penelitian
untuk mempersiapkan skripsinya. Sehabis
kuliah putri hanya menghabiskan waktu bersama sahabatnya Hana namanya, dia
sahabat yang selalu setia menemani putri. Hari ini putri habiskan untuk
berkaraoke. Dia menyanyikan semua lagu-lagu yang menggambarkan perasaannya saat
itu. Maklum, saat itu putri sedang merasakan kegalauan yang cukup menguras hati
untuk bisa terus merasakan apa yang sebenarnya ia rasakan. Semua lagu yang dia
nyanyikan tak ada ada satupun yang membuat dia menangis. Hana hanya tersenyum
kebingungan, entah apa putri rasakan. Putri sedang sedih. Tapi tak setetespun
air mata yang keluar. Padahal ia baru saja mengakhiri hubungannya dengan orang
yang ia cintai saat itu. Karna hari hampir malam putri pun pulang sendiri.
Dikamarnya putri hanya bisa
terdiam, membayangkan kenangan yang baru saja ia lalui belum lama ini. Percaya
tak percaya putri merasakan kehilangan orang yang baru saja merubah hidupnya
jadi penuh berwarna. Tapi kini malah tak jelas. Karna merasa belum jelas
akhirnya putri mencoba penjeasan reno, namun hasilnya nol. Tak ada jawaban yang
memuaskan , sehingga putri tetap merasa butuh penjelasan yang sebenarnya. Ia
terlihat bodoh mungkin di depan reno, seolah-olah mengemis untuk kembali.
Padahal yang dibutuhkan hanya penjelasan, sehingga dia tidak akan
mengaharapkannya. Terdengar bunyi telpon, putri langsung mengangkatnya.setengah
jam ia menerima telpon itu. Dan yg dia dapat dari suara orng yang menelponnya
itu adalah, tetang reno. Reno sedang galau, dia bingung. Dia masih teringat dengan
wanita yang pertama kali membuat dia jatuh cinta. Tapi tak sedikitpun mengingat
tentang putri. Ini menjadi pukulan yang amat besar buat putri. Ia jadi semakin
berfikir bahwa putri hanyalah dijadikan sebagai pelarian cintanya semata. Lagi,
tak ada air mata yang keluar, namun putri hanya merasakan nyesek di dadanya
sehingga sulit untuk bisa bernafas.
Satu minggu berlalu, teman-teman
putri mulai mencium ada sesuatu yang aneh dengan hubungan putri dan reno. Tanpa
menanyakan mereka sudah tau sendri bahwa hubungan putri dan reno sudah
berakhir. Putri cuek saja, tapi hati nya merasakan sakit. Karena tak sedikit
orang yang bilang bahwa dirinya hanya sebagai pelarian cintanya. Putri hanya
bisa memberikan senyuman untuk teman-temannya itu.
Dari hatinya yang paling dalam
putri memang masih menyimpan rasa sayang dan cintanya untuk reno. Tapi entah
lah dengan reno, apakah reno masih nenyimpan rasa cintanya untuk putri. Setelah
1 bulan berlalu, reno kembali ke kampus. Tak ada kesempatan yang membuat putri
dan reno untuk bertemu, jarak ruang kelas mereka yang cukup jauh, sehingga tak
ada kesempatan untuk bisa bertemu, reno pun tak kunjung jua untuk niat menemui
putri. Semakin lama semakin jauh hubungan mereka. Setelah kejadian itu mereka
benar-benar sama sekali tak kontak, baik telpon, sms atau pun dunia mayanya.
Benar-benar lost contact. Tapi putri juga tak ingin menyapanya duluan. Karna
melihatnya yang cuek seoalh memang sudah tak memperdulikannya lagi.
Liburan pun dimulai , putri
pulang ke kota dimana ia dulu sejak kecil hingga besar ia tinggali, yaitu di
kota bandung. Putri melakukan refresing setelah kejadian yang membuat ia
terbangun dari mimpinya. Selama di sana ia habiskan waktu untuk jalan-jalan
bersama orang tuanya. Karna putri saat ini hanya tinggal bersama om dan
tantenya. Putri mendapat tawaran untuk pindah kuliah, tanpa pikir panjang ia
pun setuju untuk pindah kuliah,dan kembali ke kota bandung. Dengan harapan
putri dapat melupakan semua kejadian yang membuatnya terluka. Putri kembali ke
jakarta untuk mengurusi kepindahannya itu, putri semapt berat meninggalkan
teman-teman terutama sahabatnya hana. Tapi ternyata hana juga harus pindah
kuliah oleh omnya. Ia akan pindah ke malaysia dan tinggal bersama om dan
tantenya. Hari itu terjadi perpisahan antara 2 sahabat yaitu putri dan hana.
Putri berusaha melupakan reno. Saat putri akan pergi kembali ke bandung di
terminal ia bertemu dengan dosen lamanya yang sudah lama tak mengajar di
kampusnya. Ia menanyakan mengenai hubunagn nya dengan reno. Setelah putri
menjelaskannya keluar mulutnya berkata “ sunguh itu bukan alasan yang dewasa,
amat angkuh dia, saya jadi tidak suka dengannya,saya kecewa”. Begitu yang
terlontar dari perkataan dosen itu. Putri juga terkejut, bahkan ia tak
berfikiran untuk mempengaruhi agar ia menjadi tak suka. Hanya ia berpesan, ia
berikan pesan sebelum putri pergi, bahwa putri pasti akan mendapatkan yang
lebih baik dari dia, biarkan dia dengan kesombongan yang dia punya. Setelah
percakapan itu putri harus berpisah karna bis yang akan ia tumpangi sudah
datang. Dosen itu pun pergi karna sudah ada yang menjemputnya.
Di dalam bis, putri berfikir dan
mengingat semua pesan-pesan yang ia terima sebelum kepergiannya, jangan pernah menangisi orang yang telah
melukaimu, tangisilah orang yang benar-benar kamu sayang,jangan pernah membalas
dendam kepada orang lain yang tidak tau apa-apa,hanya karna ia pernah
disakiti.tetaplah tersenyum, jangan pernah tunjukan kita lemat didepan orang
yang telah menyakiti kita.
Itulah beberapa pesan yang ia
dapat dari orang-orang yang telah tau apa yang sedang dirasakan putri.
2 tahun berlalu, putri pun
menyeleaikan kuliahnya dan mendapatkan gelar sarjananya, putri mendapai
kebahagian yang sebelumnya belum pernah ia dapatkan selama ia tinggal
dijakarta. Ia lebih bahagia bersama orang tuanya dan seseorang yang setia dan
tulus selalu berada di sampingnya.
Setelah kejadian itu, putri
benar-benar sudah tak tahu kabar dari Reno,apa yang terjadi dengannya, putri
hanya mendapat kabar bahwa sahabatnya, hana sudah menikah dengan pria yang
tulus mencintainya. Dan rencana nya akan segera kembali ke Indonesia, dan Putri pun akan bertemu dengannya.
The end